Search This Blog

Loading...

Total Pageviews

Thursday, December 25, 2014

Info Pangan (4)


  • Tahukah anda? jenis peralatan makan yang digunakan dapat mempengaruhi tingkat penerimaan konsumen terhadap makanan yang dikonsumsinya. Sebuah penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan intensitas kesukaan terhadap rasa dan kualitas yoghurt ketika panelis sensori diminta untuk menilai produk tersebut menggunakan sendok yang berbeda. Yoghurt yang sama, memperoleh nilai kesukaan yang lebih tinggi (lebih disukai) ketika disendok menggunakan sendok stainless steel dibandingkan dengan yang menggunakan sendok plastik.

  • Pernahkah anda makan dalam jumlah besar dan sulit untuk menghentikannya, padahal anda tidak merasa lapar? Makan hanya karena emosi? Ya, banyak di antara kita yang makan berlebihan ketika mengalami masalah yang melibatkan emosi. Ketika kita merasa kesal, bosan, kesepian, stress atau sedang bermasalah dengan seseorang, mengonsumsi camilan seringkali membuat kita merasa nyaman dan untuk sesaat membantu meringankan beban emosional. Tapi, kebiasaan ini sebaiknya tidak dipelihara. Alih-alih dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi, kebiasaan ini dapat menyebabkan kita mengonsumsi makanan secara berlebihan dan meningkatkan berat badan secara signifikan.

  • Suka bekerja sampai larut malam bahkan sampai begadang? Informasi ini mungkin menarik utk anda. Kurang tidur dapat mengubah sistem metabolisme tubuh. Perubahan itu menyebabkan rasa lapar dan nafsu makan meningkat, juga menyebabkan anda merasa tidak kenyang walaupun sudah makan. Dan ini mjd salah satu penyebab bertambahnya berat badan.

  • Menurut Badan POM, pangan fungsional adalah pangan yang secara alamiah maupun telah diproses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Pangan fungsional harus dapat dikonsumsi seperti layaknya makanan/minuman dengan karakteristik sensori (penampakan, warna, tekstur dan cita rasa) yang dapat diterima oleh konsumen serta tidak memberikan kontraindikasi maupun efek samping terhadap metabolisme zat gizi lainnya pada jumlah penggunaan yang dianjurkan.

  • Jeruk kaya dengan vitamin C yang dapat mengurangi kadar hormon kortisol (hormon penyebab stress) sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh.