Total Pageviews

Sunday, November 1, 2009

Radikal Bebas dan Anti Oksidan

Oleh: Elvira Syamsir

Radikal bebas adalah atom, molekul atau senyawa yang mengandung 1 atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Paparan radikal bebas yang berlebihan dan terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya dan bahkan kematian sel. Penyakit yang dikaitkan dengan radikal bebas a.l. kanker, aterosklerosis, penuaan (aging), penyakit neurodegeneratif (alzheimer, pikun), dan lain-lain.

Radikal bebas bisa terbentuk di dalam tubuh sebagai akibat pemakaian oksigen maupun stress; juga banyak yang berasal dari luar tubuh, seperti asap rokok, polusi kendaraan, pestisida, pewarna/pengawet makanan, gas formadelhyde dari cat, dan lain-lain. 

Untuk menangkal radikal bebas, maka ada sedikitnya dua hal yang dapat dilakukan: 1) hindari diri dari paparan radikal bebas; dan 2) perbanyak konsumsi makanan yang kaya antioksidan.  Makanan yang kaya antioksidan akan membantu tubuh menangkal radikal bebas. Beberapa contoh makanan yang kaya antioksidan adalah tomat (kaya lycopene), wortel (kaya beta-carotene), cabai, lombok, paprika (kaya vitamin C), kedelai (kaya isoflavon & vitamin E), kiwi, jeruk (kaya vitamin C & bioflavonoid), ekstrak biji anggur (sumber proanthocyanidin), brokoli (sumber indole-3-carbinol dan sulfur). Beberapa zat gizi mikro juga masuk kategori antioksidan, yaitu zinc, selenium  dan vitamin E.